Meski hanya melibatkan empat negara peserta namun keliru jika memandang bahwa gelaran AFF U-16 Championship di Solo ini sebagai sebuah even kecil. Tentulah bijak untuk mencermati bahwa AFF U-16 Championship ini begaimana pun adalah sebuah ajang bergengsi dan menjadi sebuah langkah awal dari pertempuran yang lebih maut di AFC U-16 Championship 2010, yang diselenggarakan sebulan kemudian di Tashkent, Uzbekistan. Dalam hal ini, empat kontestan AFF U-16 Championship adalah juga peserta dari AFC U-16 Championship tersebut.
Dan, AFC U-16 Championship di Tashkent adalah salah satu saringan untuk World Cup U-17 tahun 2011 di Meksiko. Di mana, empat tim semifinalis pada AFC U-16 Championship di Tashkent memperoleh promosi ke World Cup U-17 Meksiko tersebut.
Tidak berlebihan kiranya jika Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malaranggeng demikian peduli pada gelaran AFF U-16 Championship di Solo ini.
Kepedulian dan perhatian Andi Alfian Malarangeng ini dikemukakan oleh Ketua Panpel AFF U-16 Championship, Petri Octavianus, yang bersama jajaran panitia pelaksana lainya sudah diterima Menegpora.
"Menegpora tidak hanya memberikan perhatiannya untuk penampilan timnas kita, tetapi juga kepada panitia pelaksana," ujar Petri Octavianus, Rabu (15/9) malam.
Menurut Petri, Menteri Andi Alfian Mararangeng meminta agar jajaran panpel bekerja keras untuk menyukseskan even dua tahunan AFF ini, sebab bagaimana pun ajang persaingan pemain muda ini mempertaruhkan nama bangsa.
"Suksesnya pelaksanaan even ini secara otomatis akan lebih mengharumkan kota Solo, dan secara umum meningkatkan citra Indonesia di mata AFF dan bahkan dunia," tegas Petri Octavianus.
Terkait dengan suksesnya penyelenggaraan AFF U-16 Championship inilah, Andi Alfian Malarangeng mengutarakan kesiapan kantor kementriannya untuk membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh panpel.
"Hal ini yang membuat kami semakin optimis, bahwa even ini akan sukses," jelas Petri Octavianus, yang Rabu siang melaksanakan rapat marathon dengan jajaran anggota panpelnya di Senayan, Jakarta.
Kepedulian dan perhatian tinggi dari pemerintah-dalam hal ini Kantor Menegpora- terhadap even AFF U-16 Championship ini juga tak bisa dilepaskan dari adanya keterkaitan erat antara timnas U-16 Indonesia dengan Kantor Menegpora.
Pasalnya, cikal bakal timnas U-16 Indonesia adalah tim U-15 dari Bangkalan, Jatim, yang berhasil merebut Piala Menpora pada Kejuaraan U-15 Piala Menpora 2009. Tim Bangkalan yang merebut Piala Menpora inilah yang tampil memuaskan di babak penyisihan AFC U-16 di Filipina tahun lalu, sehingga berhak bertarung di putaran-final AFC U-16 2010 di Tashkent, Uzbekistan.
"Menteri Andi sangat senang dan bangga karena tim peraih Piala Menpora itulah yang menentukan keberhasilan lolos ke putaran-final AFC U-16 Championship di Tashkent nanti," jelas Petri Octavianus.
Dalam pertemuan dengan Menegpora Andi Alfian Malarangeng itu, Petri Octavianus juga mengutarakan kesulitan panpel dalam menggaet sponsor, atau mitra usaha yang bisa diajak bekerja-sama untuk membantu pendanaan pelaksanaan AFF U-16 Championship tersebut. Walau demikian, kata Petri, hingga detik-detik terakhir, panpel akan terus bekerja keras untuk menggalang dana, termasuk dari kerjasama dengan sponsor.
Petri Octavianus juga menyatakan akan tetap mengupayakan agar pertandingan puncak atau final dari AFF U-16 Championship ini dapat ditayangkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi Indonesia.
"Tentunya akan lebih membanggakan jika salah satu tim yang bertanding di babak final ini adalah timnas Indonesia," tegas Petri Octavianus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar