Rabu, 15 September 2010

Timnas U-16 Sudah Merapat Ke Solo

Timnas U-16 Indonesia sejak Selasa (14/9) sore sudah berada di Solo, Jateng, jelang enam hari menuju Kejuaraan Sepakbola U-16 Asia Tenggara yang dilangsungkan di Stadion Manahan, 20-28 September 2010 mendatang. Mereka sudah dua kali melakukan latihan di lapangan Sriwedari, Solo, masing-masing selama dua jam pada pagi dan sore hari.

"Kondisi fisik anak-anak cukup bagus, tidak berbeda jauh dari saat mereka meninggalkan markas latihan di Sawangan pada Senin pekan lalu," ungkap pelatih kepala timnas U-16 Ibdonesia Mundari Karya, Rabu malam di Hotel Sunan, Solo. Tiga tim peserta AFF U-16 Championship lainnya, yakni Cina, Vietnam dan Timor Leste baru akan tiba di Solo antara 17 dan 18 September.

Timnas U-16 Indonesia baru bergabung selama satu setengah bulan di pelatnas Sawangan, Bogor. Mereka menjalani latihan dan serangkaian pertandingan ujicoba di Sawangan, Sukabumi, Bandung, serta Ragunan dan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Dari sebanyak 14 kali uji coba yang dilakukan, timnas U-16 Indonesia mencatat 10 kali kemenangan, dua kali seri dan sekali kekalahan.

Satu-satunya kekalahan mereka (0-2) diterima dari tim Diklat Ragunan U-19 yang saat ini masih ambil bagian di Kejuaraan Pelajar Asia 2010 di Korsel. Namun, kekalahan tersebut bisa ditebus dengan kemenangan meyakinkan pada pertandingan persahabatan terakhir melawan tim Lokomotiv U-19 dari Bandung, dengan skor 15-0 pada uji coba yang digelar di SUGBK, Senayan.

Seusai uji coba terakhir di SUGBK itulah timnas U-16 dibubarkan untuk sejenak, di mana para pemain diperkenankan untuk berlebaran bersama orang tuanya masing-masing. Setelah liburan selama lima hari itu, Badan Pembinaan dan Pengembangan Usia Muda (BPPUM) PSSI baru mengumpulkan kembali mereka untuk bergabung di Solo. Dari 26 pemain yang mengikuti pelarnas hingga saat terakhir menjelang diliburkan itu, hanya 23 pemain yang dipanggil kembali untuk bergabung di Solo.

Tiga pemain yang tidak dipanggil adalah Robby dari Bandung, Lessy dari Tulehu, dan Jauhari dari Jakarta. Namun, menurut pelatih kepala timnas U-16 Indonesia Mundari Karya, ketiga pemain berbakat tersebut tetap dipantau perkembangannya untuk sewaktu-waktu bisa dipanggil kembali masuk tim.

"Ketiganya direkomendasikan untuk dimasukkan di IFA," jelas Mundari Karya. IFA adalah Indonesia Football Academy, wadah penggemblengan pemaion-pemain muda berbakat yang biaya pembinaannya ditanggung sepenuhnya oleh manajemen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar