Minggu, 05 September 2010

Timnas U-16 Kalahkan Lokomotiv 15-0

Timnas U-16 Indonesia mengakhiri rangkaian uji cobanya dengan merengkuh kemenangan besar 15-0 atas tim anggota Divisi III Liga Amatir asal Bandung, Lokomotiv, Sabtu (3/) sore di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Entah karena baru pertama kalinya bermain di "lapangan bersejarah" seperti SUGBK, atau karena sudah kembali enjoy dan melupakan kekecewaan atas kegagalan beruji-coba ke negeri jiran Malaysia, atau karena ini merupakan laga persahabatan terakhir dan mereka berkesempatan beberapa hari bersama keluarganya di kampung halaman, penampilan seluruh pemain timnas U-16 Indonesia ini tampak lepas.

Kecuali Robby yang kemarin menderita demam, pelatih Mundari Karya dan Sukowiyono menurunkan 25 pemainnya secara bergantian dalam pertandingan 2 x 45 menit di SUGBK ini. Dan, mereka terlihat mendominasi permainan dibanding anak-anak Lokomotiv dari kelahiran di bawah tahun 1992 dan 1991 tersebut.

"Usia mereka memang lebih tua dibanding kaliaj, sebab dari kelahiran tahun 1991 dan 1992. Akan tetapi, saya yakin kalian akan mampu mengungguli mereka karena kalian lebih kompak dan sudah berlatih keras selama satu-setengah bulan ini," demikian Mundari Karya memotivasi pemainnya menjelang pertandingan.

Pada 45 menit babak pertama, anak-anak timnas U-16 menjebol jala gawang tim Lokomotiv dengan tujuh gol, dan di babak kedua secara bergantian para pemain tengah dan depan Indonesia mengoleksi delapan gol lagi. Penyerang lincah Ricky Alfian menjadi top-scorer dengan empat gol.

Ini adalah pertandingan ujicoba ke-13 bagi timnas Indonesia selama sekitar satu setengah bulan menjelani pelatnas persiapan AFF U-16 Championship, 20-28 Sepetember ini di Solo, Jareng. Dari 13 kali ujicoba itu, timnas U-16 Indonesia mencatat 10 kemenangan, dan dua kali seri. Satu-satunya kekalahan merreka (0-2) diterima dari tim Diklat Ragunan U-19 yang 9 September ini diberangkatkan ke Kejuaraan Pelajar Asia 2010 di Korsel.

Menurut rencana, setelah menjalani tes kebugaran pada Minggu (5/9), para pemain timnas U-16 Indonesia pada Senin (6/9) akan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing selama beberapa hari. Setelah itu, mereka akan bergabung di Solo pada 14 September, sepekan menjelang AFF U-16 Championship. Dari 26 pemain, hanya 23 sajsa yang akan dipanggil bergabung di Solo itu.

Pencoretan tiga pemain dilakukan berdasarkan hasil evaluasi penampilan mereka selama berada di pelatnas dan tes kebugaran fisiknya. Yang jelas, dari hasil evaluasi sementara yang dilakukan tim pelatih, proyeksi penampilan timnas U-16 Indonesia pada AFF U-16 Championship di Solo sangat menjanjikan. Para pemain muda terbaik dari berbagai daerah ini memiliki kualitas tehnis memadai untuk pemain seusianya, sehingga mampu menerapkan pola dan strategi permainan yang diterapkan tim pelatih.

"Sekarang tinggal meningkatkan motivasi atau semangat juang mereka saja. Sejauh ini saya senang karena para pemain tidak pernah macam-macam, mereka lurus-lurus saja," jelas Mundari Karya.

Selama hampir satu setengah bulan menjalani pelatnas di Sawangan, dengan selingan ujicoba ke Sukabumi dan Bandung, tentunya memang banyak suka-duka yang dirasakan para pemain timnas U-16 Indonesia ini.

Ditengah keprihatinan masih kurangnya perhatian terhadap pembinaan tim usia muda, dan lemahnya fondasi finansial Badan Pembinaan dan Pengembangaan Usia Mida (BPPUM) PSSI, perjuangan dan sinergi timnas U-16 Indonesia patut diberikan apresiasi. Jangan bandingkan tingkat kenyamanan yang dialami para pemain timnas U-16 selama menjalani pelatnas di Sawangan dengan berbagai kelebihan yang dirasakan para seniornya di pelatnas AFF Championship.

Dalam kaitan itu, tentunya mutlak menjadi prioritas PSSI pula untuk lebih memperhatikan berbagai faktor non-teknis untuk mendukung penampilan puncak timnas U-16 ini di AFF U-16 Championship yang sudah dipelupuk mata.

Elemen-elemen non-teknis ini tentunya beragam, termasuk pemenuhan uang saku dan varian lain yang menumbuhkan kenyamanan bagi para pelatih dan pemain.

Di sisi lain, BPPUM PSSI juga perlu memperhatikan unsur kelengkapan tim, seperti medis, fisioterapis atau masseur. Saat ini, dari pelatnas yang berjalan secara sederhana itu, timnas U-16 Indonesia tidak dibekali dengan tenaga medis yang memiliki perlengkapan memadai, dalam hal ini keperluan obat-obatan dan suplemen penanjang bagi pemain, serta tidak adanya tenaga fisioterapis.

AFF U-16 Championship di Solo adalah pemanasan menuju AFC U-16 di Tashkent, Uzbekistan, yang digelar 24 Oktober hingga 7 November. Jadi masih ada waktu bagi PSSI, tentunya melalui BPPUM PSSI, untuk lebih "menyempurnakan" persiapan timnas U-16 Indonesia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar