Senin, 30 Agustus 2010

Tim Nas U-16 Kalah Untuk Pertama Kali

Timnas di bawah usia 16 tahun akhirnya mengalami kekalahan untuk yang pertama kalinya dari rangkain pertandingan ujicoba yang dijalani selama hampir dua bulan terakhir ini. Dihadapkan dengan tim diklat Ragunan U-19, Sabtu (28/8) sore di lapangan kompleks Sawangan, timnas U-16 harus menyerah dengan skor 0-2 pada tim yang materi pemainnya lebih "senior" tiga tahun dibanding mereka.

Ini merupakan kekalahan pertama timnas U-16 Indonesia dari 12 laga persahabatan yang dijalani sepanjang dua bulan berada dalam pelatnas. Dari 12 pertandingan ujicoba itu, timnas U-16 mencatat sembilan kali kemenangan, dua kali imbang, dan sekali kalah.

Yang menarik, kekalahan 0-2 dari tim diklat Ragunan U-19 ini justru diterima setelah "kegagalan" timnas U-16 untuk beruji-coba ke Malaysia pada awal September mendatang. Rencana lawatan ke negeri jiran untuk menjalani dua mali laga persahabatan dengan tim negeri serumpun ini dibatalkan mengingat hubungan kedua negara yang kurang baik saat ini.

Dalam program yang sudah disetujui PSSI, rombongan timnas U-16 akan bertolak ke Malaysia pada 2 September, lalu bertanding dengan tim yunior negeri jiran itu pada 4 dan 6 September.

Apakah kegagalan beruji-coba ke Malaysia itu mempengaruhi mental para pemain? Baik Direktur Teknik PSSI Sutan Harharah, pelatih kepala timnas U-16 Mundari Karya, dan anggota Komite Usia Muda PSSI Ganesha Putera Christian, sama-sama mengisyaratkan kebenarannya. Walau demikian, mereka juga berpendapat, kekalahan ini tak perlu dipermasalahkan, dan justru baik untuk "menyadarkan" para pemain.

"Kegagalan berangkat ke Malaysian itu saya kira memang memberi pengaruh psikologis terhadap mereka. Tetapi apa boleh buat, situasinya memang kurang memungkinkan. Sekarang tinggal memberi dorongan moril kepada para pemain," jelas Sutan Haraharah.

Menurut Mundari Karya, para pemainnya memang agak down. Namun dia yakin, mereka tidak akan terlalu larut dalam kekecewaan itu.

"Ini membuat konsentrasi mereka agak pecah di lapangan. Kerjasama antar-lini jadi kurang padu, meski secara umum kedua tim sudah beriain baiki," kata Mundari Karya.

Ganesha Putra Christian menegaskan, para pemain timnas U-16 tentunya mengalami kejenuhan setelah terus menerus berlatih dan beruji-coba.

"Rencana lawatan ke Malaysia itu sangat baik untuk mengurangi tingkat kejenuhan mereka. Ingat, mereka masih anak-anak, jadi mentalitasnya mudah goyah oleh hal-hal yang mengganggu pemikirannya," kata ditrektur SSB Villa 2000 Pamulang itu.

Dari pertandingannya dengan tim diklat Ragunan U-19 itu, anak-anak timnas U-16 sebenarnya tampil cukup baik. Karena sudah sering bertemu dengan tim-tim yang meteri pemainnya lebih tua, mereka terlihat tetap fight untuk memberikan perlawanan. Namun, ya, mungkin karena faktor psikologis itu, permainan mereka tidak seperti pada laga-laga ujicoba sebelumnya.

Anak-anak timnas U-16 kecolongan dua gol pada babak pertama, masing-masing dari tendangan jarak jauh di menit ke-34 dan crossingdari sayap kanan yang gagal ditangkap kiper, lalu bola jatuh dekat pemain depan tim Ragunan yang kemudian meneruskannya ke gawang.

"Gol kedua itu 100 persen karena blunder kiper Kurniawan," tegas Ganesha, yang menyaksikan ujicoba itu di Sawangan.

Tim diklat Ragunan U-19 sendiri sebenarnya bukan lawan yang ringan. Tim yang ditangani oleh duet pelatih Punaryo dan Bambang Warsito ini tengah dipersiapkan ke Kejuaraan Pelajar Asia 2010, mulai 11 Oktober di Korea Selatan. Pada 9 September mereka direncanakan meninggalkan Jakarta.

Akan halnya timnas U-16, pelatih kepala Mundari Karya tetap fokus untuk menempa pemainnya dalam latihan dan ujicoba di Sawangan, sebelum "berkandang" di Solo untuk menghadapi AFF U-16 Championship pada 20-28 September mendatang. Mundari merencanakan dua kali ujicoba lagi, yakni melawan Pelita Jaya U-21 pada Rabu dan Persija U-21 pada Sabtu mendatang. Setelah itu, para pemain diliburkan.

"Mereka akan dipulangkan ke daerahny maisng-masing untuk merayakan Lebaran bersama keluarganya," jelas Mundari.

Tiga hari setelah Lebaran, yakni 14 September, para pemain diharaapkan sudah berkumpul seluruhnya di Solo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar